Jenis-jenis Sapi Potong

Disini kami mencoba berusaha meluruskan anggapan orang-orang selama ini mengenai sapi BRAHMAN! Bahwa sebenarnya yang dinamakan sapi BRAHMAN ialah sapi yang berwarna putih kepala agak kehitaman dan berpunuk besar, bukan yang berwarna coklat atau merah seperti yang dikira selama ini. 
 
1. BRAHMAN
Sapi jenis  ini berasal dari negara India, namun banyak dikembangkan di Amerika, adapun sapi Brahman yang masuk ke Indonesia adalah sapi dari Amerika. Bobot sapi  jantan untuk jenis ini  maksimum 800 kg dan yang betinanya 550 kg.


2.LIMOUSINE

Jenis sapi ini merupakan keturunan sapi dari Eropa yang berkembang di Perancis,  sapi jenis ini merajai pasar-pasar sapi di Indonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan, selain bentuk badannya yang besar,  harganya pun sangat  mahal karena pertumbuhan badannya bisa mencapai 1,1 kg per hari.

3. CHAROLAIS

Sapi jenis ini juga di kembangkan di negara Perancis, warna bulu perak dan merupakan jenis paling besar di negara tersebut, sapi ini jarang di jumpai di pasar-pasar tradisional. Pertumbuhan badannya  hampir sama dengan jenis sapi Limousine  yakni bisa mencapai 1,3 kg per harinya.

4. HEREFORD

Sapi jenis ini juga merupakan sapi keturunan Eropa yang dikembangkan di Inggris, berat badan sapi jantannya rata-rata bisa mencapai  900 kg sedangkan  yang  betinanya bisa mencapai 725 kg.

5. SHORTHORN

Sapi jenis ini sama dengan sapi Hereford dan juga dikembangkan di eropa atau tepatnya di negara Inggris, adapun bobot jantan jenis sapi ini rata-rata 1100 kg untuk yang jantan sedangkan yang betinanya 850 kg.

6. SIMMENTAL

Sapi ini berasal dari lembah Simme negara Switzerland, tapi banyak dikembangkan di Australia dan Selandia Baru, bobot jantannya  sapi jenis ini  rata-rata 1100 kg untuk yang jantan sedangkan yang  betina 800 kg.  Sapi jenis ini banyak kita jumpai di pasar-pasar tradisional di Indonesia.

7. ABERDEN ANGUS

Sapi ini masuk di Indonesia melalui Selandia Baru, tapi awal mulanya jenis sapi ini berasal dari Eropa yaitu dari Skotlandia, bobot jantan sapi jenis ini rata-rata 900 kg untuk yang jantan dan betina 700 kg.

8. BRANGUS

Sapi jenis ini adalah hasil dari persilangan sapi betina Brahman dan pejantan Aberden Angus. Warnanya yang hitam, tegap kelihatannya gagah sekali. Sapi jenis ini jarang kita jumpai di Indonesia.

9. SANTA GERTRUDIS

Sapi ini adalah hasil dari persilangan antara sapi pejantan Brahman dan sapi betina Shorthorn dan di kembangkan pertama kalinya di King Ranch Texas Amerika Serikat  pada tahun 1943,  dan masuk ke Indonesia mulai tahun 1973, bobot sapi jantan dari jenis ini rata-rata 900 kg yang jantan dan  725 kg yang betinanya.

10. DROUGHMASTER

Sapi ini merupakan persilangan antara sapi betina Brahman dan pejantan Shorthorn, sapi jenis ini dikembangkan di benua Australia dan jarang sekali kita jumpai di Indonesia.

Sebenarnya  masih banyak lagi jenis-jenis sapi potong yang ada di dunia ini, mulai dari bobot, usia serta warnanya selain itu tentu saja jenis-jenis sapi di negeri kita sendiri Indonesia,  seperti sapi Bali dan yang lain-lainnya.

Semoga bermanfaat !

Sumber : www.karangasem-lemburkuring.blogspot.com
Referensi www.embryoplus.com.


Jadwal Pelatihan ” KIAT PENGGEMUKAN SAPI PEDAGING”.

Kebutuhan daging sapi nasional mencapai 680.000 ton per tahun dan belum terpenuhi. Salah satu kendala dalam usaha penggemukan adalah ketersediaan bakalan dan penambahan bobot yang masih rendah 1—1,2 kg/ekor/hari.

Trubus mengajak anda belajar langsung dengan pakarnya bagaimana kiat menggemukan sapi mulai dari pengadaan bakalan, manajemen pakan dan pemeliharaan sehingga bisa mencapai bobot 1,6 kg/hari untuk sapi jantan dan 1,4 kg/hari untuk sapi betina dalam waktu 90—100 hari.

Materi

  • Mengenal sapi pedaging
  • Pemilihan bakalan
  • Perkandangan
  • Manejemen pakan/meramu pakan konsentrat
  • Pemeliharaan
  • Panen

Biaya

  • Member trubus-online.co.id Rp1.200.000/orang
  • Umum Rp1.300.000/orang

Biaya termasuk materi pelatihan, penganan, dan makan siang, dan transpor kunjungan ke pabrik pengolahan)

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Suci atau Devi

Telp 021-8729 060, 8770 1748, HP. 0813 1603 4009 , SMS 0816 18 78287 (TRUBUS)

Faks. 021-872 9059

E-mail:

pelatihan@trubus-online.co.id

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Pembayaran, transfer ke BCA Cab. Samanhudi a.n. Trubus Swadaya No. rekening 4770100009.

Kirimkan bukti transfer Anda ke 021-872 9059


Bookmark and Share



Psikology Sapi Yang Sering Terabaikan Dan Berakibat Fatal

PERILAKU SAPI YANG PERLU DIFAHAMI.

1. Psikologi Sapi

Sapi hanyalah Binatang untuk di Pelihara kemudian di Potong dan di Makan, itu adalah sangat Betul.
Sapi bukanlah mahluk atau benda yang tak BERPERASAAN, sapi sangat berperasaan dan sangat berpikiran. Itulah sebabnya cara kita se-hari2 dalam menanganinya secara individu, memberi makan serta memeliharanya secara menyeluruh, akan memberikan hasil sifat dan perilaku sapi yang berbeda-beda.
Semakin banyak kita mempelajari dan memahami setiap perilaku serta apa yang mendasari perilaku sapi tersebut, kita akan mampu menanganinya dengan jauh lebih baik.

Santa GertrudisSapi adalah binatang yang cerdas, selalu ingin tahu, tidak hanya menggunakan instingnya tapi juga pikiran dan perasaannya dalam menghadapi dan mengatasi keadaan yg dihadapinya. Mereka mempunyai daya ingat yang sangat baik, serta kemampuan beradaptasi yang memadai. Dengan memanfaatkan kelebihan tersebut, sapi sangat bisa di latih dan dibiasakan dengan keadaan yg anda inginkan. Perlakukan Sapi secara konsisten, maka mereka akan mengerti apa yang anda inginkan, sebaliknya anda pun akan mengerti apa yang mereka inginkan, sehingga hubungan timbal balik yang harmonis bisa tercipta.

Jika kita lihat di Indonesia bagian Timur tepatnya di Kupang yang pernah penulis lihat dan pelajari. Adalah hal yang biasa jika kita melihat beberapa puluh ekor sapi yg tidak di cucuk hidungnya bahkan tidak di ikat lehernya (sebut Sapi Lepasan), di gembala hanya oleh satu orang dan tidak jarang oleh seorang nenek tua, dengan melakukan perjalanan yang sangat jauh menuju padang rumput luas yang banyak terdapat disana. Begitu juga di daerah lain dan di negara lain hal yang sama sering saya lihat.
Jika di simak dengan lebih teliti, si penggembala selalu dengan sangat konsisten berwibawa dan tegas, menggunakan gerakan yang sama, tekanan suara yang sama saat memberikan suatu perintah atau permintaan, dan puluhan sapi dengan patuhnya mengikuti perintah si Penggembala, bagaikan sepasukan tentara yang dengan taat mengikuti perintah sang Komandan.
Demikian juga jika kita simak para petani yang menggunakan sapi untuk membajak sawahnya, para kusir gerobak sapi di beberapa daerah, mereka tidak menggunakan tali kendali, tapi betul2 hanya menggunakan perintah melalui suara aba-aba dan gerakan tertentu.

Sapi menggunakan insting dan pikiran untuk menghadapi keadaan sehari-harinya, seperti dalam mencari rumput, mencari sumber air mencari jalan pulang, melindungi anaknya, dalam menghadapi ancaman binatang pemangsa, dll.
Sapi bisa tahu dimana sumber air minum berada, namun dia tidak akan mengerti bahwa untuk menuju ke tempat minum yang ada di luar pagar kandangnya, dia harus keluar pagar melalui pintu gerbang dan berputar mengitarinya terlebih dahulu. Insting dan pikirannya akan mengarahkannya untuk berusaha langsung menuju ke sumber air tersebut, sehingga sering tidak berhasil. Namun sekali dia kita latih untuk menuju sumber air melalui jalan yang kita kehendaki, maka dia akan mengngingatnya dan akan selalu melakukannya lagi dengan sangat benar saat menuju tempat minumnya.
Ada sapi yang lebih pintar dari yang lain, ada yang lebih jinak ada juga yang lebih liar dan selalu waspada. Namun semua jenis perilaku itu akan mudah untuk dilatihnya, jika anda secara konsisten menunjukan bahwa “Anda bukan musuh mereka dan tidak akan membahayakan mereka, dan jika mereka menuruti apa perintah serta menuruti rutinitas yang anda kehendaki mereka tidak akan merasa disakiti dan selalu di untungkan”
Sekali Sapi merasa di sakiti, maka dia akan mengingatnya dengan sangat baik, di lain waktu jika dia “akan” menghadapi situasi yang sama, maka dia akan melakukan reaksi perlawanan untuk membela diri. Sapi yang sejak kecil ditangani dengan halus dan konsisten akan berperilaku jauh lebih kalm/jinak atau “gentle”, dan penurut, dibanding dengan yang di tangani secara kasar secara terus menerus.
Ada yang mengatakan “melihat perilaku anda yang sebenarnya cukup dengan melihat sapi-sapi anda”, peribahasa ini sangatlah benar adanya, anda bisa dan boleh berlagak garang-sangar-model pereman pasar atau sebaliknya anda ingin dinilai halus, penyayang dan penyabar, tapi perilaku sapi yang anda pelihara akan menunjukan siapa dan bagaimana sebenarnya perilaku anda yang asli.

Beberapa landasan keadaan psikologis dan fisik sapi yang perlu di fahami dengan baik


1. Fahami reaksi beladirinya (survival response).
Sapi dalam evolusi kehidupannya selalu menjadi binatang yang DIMANGSA (prey animal). Dengan mengandalkan indera Penciuman, Penglihatan mereka mendeteksi adanya bahaya dari binatang Pemangsa, kemudian melakukan reaksi/respon dengan cara melarikan diri. Jika sudah merasa terpepet maka dia akan menyerang , walaupun hal ini sangat jarang terjadi

2. Mereka selalu takut dan hawatir terhadap segala sesuatu yang baru dan belum mereka fahami betul.—ini merupakan dasar psikologis bela diri mereka. Mereka baru akan merasa lebih tenang setelah memahami, bahwa sesuatu yang baru tsb tidak mengancam keselamatan dirinya. Dilingkungan peternakan sesuatu itu bisa berupa, adanya orang baru yang mendekatinya, adanya jemuran kain yg berwarna mencolok di sekitar peternakan, adanya suara radio dengan lagu dangdut dll.

Hal-hal baru tersebut biasanya tidak disadari oleh para peternak, yang terlihat hanyalah sapi mereka berperilaku lain dari biasanya, bisa berupa tidak mau segera makan, berkumpul di suatu sudut kandang, atau menjadi tidak penurut dll. Berhati-hatilah dan waspadai adanya sesuatu yang baru yang akan membuat meraka takut. Sapi yang berperilaku kalm, dia akan melihat dan menatap sesuatu yang baru dan mereka takuti, ini dapat memberikan petunjuk pada diri anda di arah mana dan apa yang membuat mereka hawatir atau takut. Sedangkan sapi yang lebih liar, dia akan secara langsung bereaksi dengan melarikan diri dari sesuatu yang dia takuti.

3. Indera pendengaran / kuping mereka sangat sensitif, jauh lebih sensitif dibanding dengan pendengaran kita sebagai manusia, terutama pada suara frekuesi tinggi.

4. Kedua mata sapi terpisah berjauhan, sehingga masing2 matanya bisa melihat ke arah dua sudut yang berbeda. Letak kedua mata tersebut memungkinkan mereka dapat melihat kebelakang tanpa menoleh, sehingga mereka bisa tetap mewaspadai binatang pemangsa yang datang dari belakang saat merumput.

5. Perkenalkan segala prosedur rutin secara perlahan sabar dan bertahap. Rahasia menangani sapi adalah mengenalkan dan melatih mereka terhadap cara kerja anda dalam merawat mereka, secara perlahan, sabar , bertahap, tanpa menggunakan kekasaran apalagi kekerasan, jangan sekali-kali menyakiti mereka saat pertama kali memperkenalkan pada prosedur baru apaun itu. Berjalanlah dengan langkah yang tetap disekitar mereka, jangan terlalu sering mengganggu mereka, agar mereka tidak merasa hawatir tetapi justru merasa aman dengan keberadaan anda disekitar mereka.

6. Maksimumkan hubungan timbal balik antara anda dengan sapi. Anda tidak harus seperti Tarzan atau Dr Dolittle, dalam menjalin hubungan dengan binatang2 peliharaan anda, tapi kalau anda mampu itu sangatlah baik. Hubungan anda dengan sapi-sapi anda, pasti dapat di bina dan di kembangkan , karena sapi pada dasarnya adalah mahluk sosial juga seperti anda dan saya. Sapi dapat dan dengan senang hati menerima adanya TATANAN SOSIAL digerombolan atau di kelompoknya, mereka selalu tunduk dan hormat terhadap pimpinan dan sapi lain yang lebih tinggi rangkingnya didalam kelompoknya (ngedumel juga kali kaya kita kadang2).

Jika selama ini semua tindakan yang anda lakukan terhadap mereka secara konsisten tidak pernah menyakiti dan jika mereka selalu mengikuti kemauan anda mereka juga selalu mendapatkan kesenangan / imbalan/ reward yang dapat berupa makan, minum atau ketentraman dan keamanan. Maka mereka akan tunduk dan hormat (respect) terhadap diri anda. Ditambah lagi dengan kekuatan anda untuk menDominasi mereka, maka mereka akan siap dan mudah anda kendalikan sesuai dengan kemauan anda.

7. Amati dan fahami betul tatanan sosial di kelompok sapi-sapi anda. Jenjang tatanan ini merupakan landasan dasar mereka dalam berkelompok. Selalu ada satu Sapi yang mereka anggap Boss nya. Untuk melihat dan mencari sapi yang mana yang mereka anggap boss, adalah sangat mudah, perhatikan sapi mana yang berperilaku Paling Bossi (Bossiest), yang paling agresive dan ingin selalu nomor satu saat diberi makan atau saat mau minum, dan sapi-sapi lainnya akan minggir dan mengalah terhadap sapi tersebut.

Setelah beberapa kali anda mengamati maka akan jelas dan pasti dalam menentukan yang mana TOP Sapi nya, dan dialah Boss Sapi di kelompoknya. Boss sapi tidak akan pernah bertarung untuk berebut posisi, karena dia tahu bahwa kelompoknya harus menghormatinya. Yang sering bertarung justru tingkatan dibawah dalam usahanya untuk menaikan rangkingnya, pertarungan serius yg paling sengit dan kadang membahayakan adalah pertarungan untuk memperebutkan posisi kedua setelah Boss Sapi.

Boss Sapi mempunyai kemampuan mengontrol kelompoknya secara psikologis, tanpa harus melakukan tindakan-tindakan kekerasan atau memaksa, perilaku ini sangat bisa diterima di kelompoknya. Anda harus mampu dan selalu berusaha meniru cara Boss Sapi melakukan kontrol terhadap kelompoknya, tidak berarti anda harus merangkak seperti sapi, yang saya maksud untuk ditiru adalah cara Boss Sapi melakukan Mind & Psi control terhadap kelompoknya, serious penuh wibawa, percaya diri, teguh dan tidak pernah ragu, tanpa memaksa ataupun menyakiti. Jika anda mampu bertindak dan berperilaku demikian terhadap sapi-sapi anda maka anda pasti dapat menguasai kelompok sapi anda.

Tidaklah mengherankan apa yang pernah saya utarakan terdahulu bahwa, satu orang setua apapun dia, jenis kelaminnya apapun, postur tubuhnya bagaimanapun, mampu menggembala puluhan sapi dengan sangat mudahnya. Yang jelas saya perhatikan amati dan pelajari, saat mereka memberikan perintah sesuai dengan keinginannya, si Penggembala tersebut tidak pernah cengengesan, apalagi ragu – Ayo ke kanan ehh salah ke kiri, kesana eeeh salah kemari – hal seperti ini tidak pernah terjadi dan jangan sampai terjadi.

Nada suaranya pun sangat konstan dan menggunakan perintah yang sama walaupun saya juga tidak mengerti apa dasar bahasa yang di pakainya, seperti Hop Reh untuk belok ke kanan, Hal untuk berhenti. Dur untuk mundur. Anehnya untuk setiap daerah bahkan untuk tiap gembala, mereka punya aba-aba tersendiri yang hanya bisa di mengerti oleh sapi mereka sendiri. Didaerah Subang saya pernah melihat dan mendengar aba-aba Ca-ca untuk belok kiri, Huuuu untuk belok kanan, Hessss untuk berhenti, dan macam-macam lainnya.

2. PENCIUMAN

Setiap binatang mempunyai kelebihan dan ke unggulan masing-masing, terutama dalam upaya untuk membela diri dan bertahan hidup. Ada yang di karuniai kemampuan lebih guna mencari mangsa, ada juga yang mendapat karunia lebih guna mempertahankan diri dari serangan binatang pemangsa. Namun kedua karunia yang berlawanan tersebut selalu di barengi dengan kemampuan masing2 untuk mencari makan dan minum.
Sejak dahulu kala saya sangat mengagumi dan sungguh terpikat dengan “kemampuan lebih”, yang di miliki oleh tiap jenis binatang yang hidup di sekitar kita, terlebih lagi pada binatang-binatang liar yang hidup di alamnya masing-masing, mulai dari semut dan kutu air sampai gajah dan ikan paus, burung emprit dan albatros.
Tidak jarang sanak saudara teman dan sahabat, bahkan orang tua dan nenek kakek , sering menilai dan menyebut saya sebagai “Sinting, Edan, Gila, Nyentrik, Autis, dalaisegai”. Sebaliknya saya selalu menganggap mereka yang menilai tersebut (mohon maaf pada semuanya) sebagai orang yang “Sangat Aneh dan sangat merugi”, karena mereka tidak bisa melihat merasakan apalagi mengagumi Karunia Tuhan yang di berikan pada para binatang tersebut.

Sangatlah mujur bagi kita sekarang ini , karena ada sekelompok orang yang mengagumi hal tersebut, kemudian mengabadikannya untuk selanjutnya di suguhkan kepada masyarakat diseluruh dunia, melalui program National Geography yang di tayangkan melalui televisi. Sehingga untuk mengetahui, menikmati dan mengagumi kelebihan yang di karuniakan pada binatang , anda tidak harus mendapat predikat-predikat tersebut diatas.

Sapi yang tergolong binatang Termangsa (prey), dia harus selalu mewaspadai keadaan lingkungan, dia selalu berusaha untuk mengetahui kehadiran binatang Pemangsa. Indera yang paling diandalkan untuk tujuan ini adalah indera PENCIUMNAN.
Melalui penciuman ini meraka dapat mengevaluasi keadaan di sekitarnya, mengenali kelompoknya, mengenali anaknya , bagi si anak untuk mengenali ibunya. Sapi sama persis dengan anda sebagai Manusia, yaitu menggunakan Hidung dan Mulut untuk Mencium. Hanya saja Sapi lebih bijak dalam menggunakan Mulutnya saat mencium, sehingga Penciumannya jauh lebih tajam atau sensitif dibanding anda.

Perhatikan saat Sapi menggunkan indera penciumannya guna mengamati lingkungannya :
1. Mengangkat kepalanya atau menengadahkan kepalanya.
2. Mulutnya terbuka
3. Lidahnya rata lekat kebawah.
4. Bibir atas melipat atau menggulung ke belakang
5. Menghirup udara melalui mulutnya, sehingga udara yg di hisap tsb langsung mengarah ke bagian atas mulutnya yg di sebelah dalam (langit-langit mulut nya). Di langit-langit inilah letak organ indera penciuman kedua yang sangat sensitif, katanya organ tsb namanya Jacobson’s organ.

Untuk meneliti sesuatu yang dekat dengan dirinya Sapi hanya menggunakan hidungnya (mengendus).
Itulah sebabnya mengapa anak sapi selalu menciumi badan ibunya sebelum menyusu, terutama jika dia pernah mengalami salah nyusu pada induk yg lainnya, kemudian di tendang atau di seruduk oleh induk yg lain tersebut. Sehingga anak sapi tersebut akan lebih hati-hati , selalu melakukan check & rechecking Demikian juga induk sapi, dia bisa memanggil anaknya dengan suaranya, dia bisa melihat anaknya dengan matanya, tetapi tetap harus menciumi badan anaknya sebelum menyusui nya.

Induk sapi sering membiarkan anaknya bermain atau merumput menjauhi dirinya, induknyapun sering meninggalkan anaknya untuk merumput atau sekedar berteduh di tempat lain. Namun jika kita amati dengan seksama, mereka selalu akan bertemu kembali di tempat terahir mereka berpisah. Atau arah dan tujuan yang pertama di datangi untuk saling mencari, selalu tempat terahir mereka berpisah tersebut. Jika tidak saling bertemu disitu, maka mereka masing2 akan mengendus-ngedus tanah dalam menelusuri jejak anaknya.

Penciuman juga merupakan alat yang sangat vital dalam bersosialisasi dengan kelompoknya. Sapi jantan dapat mengetahui adanya betina yang mulai birahi, sedang birahi atau paska birahi, melalui penciumannya.

Lalu apa gunanya kita memahami masalah cium mencium Sapi ini ????.


Jawabannya  : Banyak sekali Boss !, Yang paling utama untuk mengelabui atau ngibulin Sapi.
Contohnya:


• Anak sapi yang masih menyusui mati karena asuatu alasan tertentu. Kulitnya anak sapi tersebut jangan di buang, Jika anda beli anak sapi lain, pakaikan atau kenakan , kulit anak sapi tersebut pada anak sapi yang baru. Dijamin induk si almarhum, akan tetap mau menyusuinya, setelah mencium kulit almarhum anaknya tersebut.
• Jangan menggunakan odor atau parfum baru saat menangani sapi, terutama yang sedang ngadat. Karena anda akan di kira orang atau mahluk lain yang tidak dia kenal, sehingga sapi tersebut akan lebih sulit ditanganinya. Misal saat menyuntikan vaksin, atau melakukan kawin suntik dll. Pergunakanlah pakean kerja /overall yang sama dan tidak perlu di cuci dahulu, untuk menangani sapi yang baru datang, sehingga mereka cepat mengenali anda.
• Lumurilah seluruh badan anda dengan kotoran anak sapi , baik yang padat maupun yang cair, maka anda segera mendapat fasilitas menyusu langsung dari putting induk sapi tersebut, tanpa adanya resistensi. Silahkan mencoba.


3. BAHASA TUBUH SAPI

Pernahkah anda di Seruduk tanduk Sapi, atau di sepak dan di injak-injak sapi ????
Bagi yang belum pernah silahkan segera mencobanya. Bagi yang pernah, mari kita ingat2 dengan seksama kejadiannya. Yang di ingat bukan bagaimana saat anda dirawat di rumah sakit, lalu bertemu dengan perawat cantik yang manis budi serta baik hati, sehingga anda tidak bersedia pulang walaupun sudah pulih seperti sediakala. Yang perlu kita ingat adalah beberapa saat sebelum kejadian penyerangan oleh si Sapi, apa dan bagaimana gerakan awal yang di lakukan Sapi tersebut. Kalau lupa atau tidak ingat, silahkan coba lagi kejadian yang pernah anda alami tersebut.

Anda sebetulnya mampu memprediksi gerakan (action) mereka, dengan membaca “Bahasa Tubuh Sapi”.
Sapi adalah binatang beleher panjang, bagian depan badannya lebih besar dan berat. Dengan sendirinya Sapi mengandalkan momen atau gaya gerak Kepala dan Lehernya, untuk menjaga keseimbangan berdirinya, serta untuk Menggerakkan Tubuhnya.
Dengan demikian sebelum memulai suatu gerakan, terutama yang banyak menggunakan tenaga dan moment, maka Tubuh Bagian Depan ini akan mengawali gerakan tersebut.
Berarti dengan mengamati gerakan awal pada tubuh sapi bagian depan, maka kita bisa mengetahui, gerakan apa dan bagaimana yang akan dia lakukan. Se simpel dan se-sederhana itulah yang di sebut “Bahasa Tubuh Sapi”

Beberapa Bahasa Tubuh Sapi yang mudah di fahami

Saat bertatap muka dengan Sapi, perhatikan:
1. Jika salah satu Pundaknya turun, maka dia akan berpaling ke arah Pundak yang menurun tersebut.
2. Jika Kulit di bagian pundaknya Mengkerut, maka dia akan berpaling dengan sangat cepat kearah pundak yang kulitnya mengkerut tersebut, bahkan mungkin akan berputar ke arah tersebut.
3. Jika posisi Kepala menunduk jauh di bawah pundak, dia siap menyerang dan menghajar anda yang sedang berada di depannya.
4. Jika posisi Kepala rata, normal, dia tidak memperdulikan keberadaan anda sebagai suatu yang membahayakan dirinya, atau sedang mengevaluasi pendapat awalnya tadi (Bener nggak sih pendapatku tadi bahwa dia ok, nggak bahaya).
5. Jika posisi Kepalanya diatas pundaknya, dia sedang ketakutan atau nervous.
6. Jika Matanya menatap tajam terus menerus, dia sudah berminat untuk menyerang anda, tinggal menunggu kapan munculnya alasan pemicu. Ini persis kelakuan anda saat sudah berdandan serapih dan se keren mungkin, bertemu dengan kenalan lama yang sudah lama sekali tak pernah berjumpa, anda ragu apakah dia masih ingat pada diri anda, sehingga mata anda terus mengikuti gerakan wajah dia, bibir siap tersenyum, hati berdebar-debar.

Saat dia menoleh , tersenyum dan beradu pandang, maka serta merta andapun tersenyum lebar, emosi anda bergelegak gembira. Padahal dia menoleh dan tersenyum pada diri anda, karena heran , geli dan kasihan melihat anda. Jas, dasi, hem tangan panjang, sepatu, kaos kaki, ikat pinggang, warna dan modelnya sangat serasi dan sangat menaikan wibawa wajah anda. Sayang anda lupa mengenakan celana panjang, serta menyisir rambut.
7. Jika Matanya bergerak gerak dengan cepat, dia sedang ketakutan atau nervous.
8. Jika Matanya bergerak sangat perlahan, dia sedang mengevaluasi keberadaan anda, membahayakan dirinya atau tidak.
9. Jika Matanya tidak memperhatikan dan melihat pada diri anda, berarti dia tidak memperdulikan keberadaan anda, yg berarti anda tidak dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan dirinya.
10. Jika Pandangan dan badannya menghidar dan membelakangi anda saat anda hadir, berarti dia bersiap untuk melarikan diri, atau jika hanya membelakngi saja, berarti dia tidak memperdulikan keberadaan anda.
11. Jika Kepalanya di gerak-gerakan seolah-olah menanduk angin, sambil menatap ke arah anda, dia sedang mengancam anda, jadi jangan dianggap dia sedang menghormati anda, jika anda memantatinya/membelakanginya, dalam hitungan detik anda akan melayang tinggi ke udara. Karena di seruduk dan di tanduk Sapi.

Me-respon Bahasa Tubuh Sapi
1. Jika Sapi memberikan gerakan – Bahasa Tubuh yang mengancam. Diam di Tempat, tatap dan pelototin balik dengan penuh wibawa ( Seperti di Film OB saat Boss nya nyuruh Push Up, perhatikan wajah dan tatapan matanya). Namun jika anda berdiri terlalu dekat dengan sapi tersebut, sebaiknya anda mundur perlahan-lahan, jangan berbalik badan atau bergerak dengan cepat karena takut. Sapi akan bereaksi lebih ganas dan garang terhadap gerakan yang cepat dan mendadak, dan pasti akan menyerang yang bergerak tersebut, dalam hal ini tubuh anda yang akan di serang dengan sangat garang dan ganasnya.

2. Membiasakan diri memegang stick, atau batang kayu/bambu di salah satu tangan anda, akan sangat membantu dalam berkomunikasi dengan Sapi. Batang kayu tidak hanya membuat Sapi menjadi ragu untuk menyerang anda, tapi disisi lain, anda juga akan merasa lebih tenang percaya diri. Kedua kombinasi perasaan ini, dengan sendirinya lebih menguntungkan dominasi anda. (Lain halnya kalau Sapi yg memegang Stick, maka anda yang akan menjadi penurutnya)

3. Jika ternyata Sapi tersebut tetap menyerang, Berteriak lah dengan nada yang setinggi mungkin. Ingat pendengaran sapi sangat sensitip terhadap nada tinggi, sehingga teriakan tersebut diharapkan dapat membatalkan niat sapi tersebut untuk menyerang anda.

4. Jika Sapi tetap terus menyerang anda, berarti anda belum mengasai Bahasa Tubuh Sapi, jika anda terluka dan harus dirawat maka anda mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk mengulangi lagi pelajaran ini di mulai dari Psikology Sapi.

Cara terbaik untuk mencegah kecelakaan saat ber interaksi dengan sapi-sapi anda adalah:

Latihlah mereka, dengan cara yang tidak menakut-nakuti, memaksa, dan menyakiti mereka. Sehingga mereka bisa memahami apa yang anda inginkan dari mereka, dan mereka bisa menerima anda sebagai Boss Sapi di kelompok sapi-sapi anda tersebut.

Bookmark and Share



Peternakan Tanpa Limbah

Dasar pemikiran : Integrated Farm

Metode : Intensif 4 ekor sapi + 1 ha Sawah

Teknologi : SOZO-4FM Ruminansia

Peternakan tanpa limbah adalah satu pola usaha budidaya ternak dan pertanian dalam satu kawasan yang saling membutuhkan, dimana usaha penggemukan sapi menghasilkan limbah yang dimanfaatkan langsung oleh tanaman padi / jagung, dimana limbah batang padi / jagung menjadi makanan sapi, dan seterusnya berjalan saling membutuhkan dan melengkapi.

peternakan sapiPola ini sangat cocok diaplikasikan di Indonesia dimana lahan pertanian begitu luas, tetapi tidak semua lokasi mempunyai fasilitas yang sama, dimana konsentrasi pasar, pabrik pupuk, semua terkonsentrasi di pulau Jawa, sedangkan luas lahan pertanian jauh lebih luas diluar pulau Jawa, seperti Pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Papua dan lain-lain.

Seharusnya Indonesia tidak perlu mengimport beras jika pulau besar yang potensial untuk menanam padi di perhatikan, tetapi kenyataan yang kita temui tidak demikian, maka dari itu KLINIK  AGROPOLITAN  Gorontalo membuat satu terobosan teknologi Budidaya Sapi dikandangkan dan 1hektar sawah ( efisien diluar pulau Jawa, tanah murah luas dan belum termanfaatkan).

Masalah yang dihadapi petani umumnya, ternak digembalakan, ketidak tahuan memanfaatkan limbah ( padat, cair ), Polusi bau, belum ada teknologi yang terbukti nyata, murah dan mudah ( beberapa produk yang dijual masih harus diproses yang tentunya merepotkan dan juga biaya yang tidak sedikit ).

Solusi masalah kami temukan Formula Bioteknologi Tetes Pertama di Indonesia ( bahkan mungkin pertama di Dunia ) yaitu SOZO 4FM Ruminansia .

Merk SOZOFM diambil dari bahasa Yunani yang berarti “ Penyelamat “, maksudnya dengan SOZOFM usaha pertanian di Indonesia di “selamatkan “oleh teknologi SOZOFM .

Maka arti penyelamat tersebut kami terjemahkan dengan pola budidaya pemeliharaan sapi dikandangkan dengan 6 tanpa :

1. Tanpa polusi bau – dengan SOZO 4FM Ruminansia , sapi sehat, pencernaan sapi baik, daya kerja bakteri didalam rumen maksimal, nutrisi terserap optimal, Enzyme Fitase membantu menghidrolisis protein yang lolos tidak terserap menjadi terserap, limbah menjadi ampas yang benar-benar ampas, sehingga limbah tidak berbau, pakan efisien, pertumbuhan sapi cepat besar, cepat di jual – cepat untung.

2. Tanpa antibiotic – luka sapi cepat sembuh karena Nutrisi SOZO 4FM Ruminansia lengkap, sapi sehat, sel rusak cepat digantikan dengan sel yang baru karena kandungan Asam Amino essensial dan asam lemak yang cukup lengkap, antibiotic tidak diperlukan lagi, pelihara sapi menjadi murah dan mudah.

3.Tanpa hormon – kandungan hormone Auxin dalam SOZO 4FM Ruminansia cukup membantu dalam pertumbuhan sapi.

4.Tanpa dekomposisi ( jika perlu) limbah padat dan cair dapatlangsung di aplikasikan ke tanaman tanpa harus takut tanaman mati, karenakandungan Carbon organik belum dapat diserap oleh tanaman.

5.Tanpa beli – maksudnya dengan energi biogas tidak perlubeli minyak tanah.

6.Tanpa antri- sapi hasil pemeliharaan dengan teknologi SOZO 4FM Ruminansia tidak perlu antri untuk dijual, karena kualitas sapi baik sehingga mudah dijual.

Dengan konsep ini usaha peternakan tidak harus usaha skala besar, tetapi dengan metode 4 ekor sapi + 1 hektar sawah, biaya murah, pengembalian modal relative aman, sehingga perbankan dapat membantu usaha peternakan skala mikro, ini berarti petani Indonesia akan sejahtera.



Kebun Hijauan Makanan Ternak

Kebun Hijauan Makanan Ternak

Dalam manajemen budidaya ternak, pakan merupakan kebutuhan tertinggi yaitu 60-70 % dari seluruh biaya produksi. Mengingat tingginya komponen biaya tersebut maka perlu adanya perhatian dalam penyediaan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tidak terkecuali bagi ternak ruminansia dimana pakan yang diperlukan berupa Hijauan Makanan Ternak (HMT). Kebutuhan pokok konsumsi HMT untuk setiap harinya ± 10% dari berat badan ternak.

Dalam ransum ternak ruminansia, rumput lebih banyak digunakan karena selain lebih murah juga lebih mudah diperoleh. Disamping itu rumput mempunyai produksi yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap tekanan defoliasi (pemotongan dan renggutan).  Selengkapnya…


Kaltim pacu populasi sapi potong

SAMARINDA: Provinsi Kalimantan Timur bertekad menambah populasi sapi potong sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan lokal yang masih amat bergantung kepada pasokan daerah lain, terutama Jawa, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Dalam kaitan itu, Pemerintah Kaltim memberikan bantuan bagi petani ternak untuk memelihara sapi lewat sistem gaduh.

Sapi potongDi samping itu, diupayakan penggemukan sapi untuk mempercepat penambahan populasi dan ketersediaan sapi potong untuk konsumsi lokal. Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan pihaknya juga berharap suatu saat bisa mengekspor sapi ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Dia menuturkan para pemangku kepentingan perlu memperbanyak jumlah rumah potong. “Jika memungkinkan kita mengekspor ke Malaysia dan Brunai. Seiring dengan bertambahnya populasi juga dibangun rumah potong yang bersih, sehat, dan halal,” kata Awang saat pencanangan Gerakan Pelayanan Terpadu Peternakan, kemarin.

Kegiatan ekspor dipastikan dapat berdampak positif bagi daerah itu berupa perluasan pasar dan penambahan devisa. Gubernur menjelaskan saat ini populasi ternak sapi di Kaltim baru mencapai 94.000 ekor. Padahal, kata dia, jika melihat potensi luas lahan, setidaknya mampu menampung hingga lima juta sapi.

Melihat kondisi itu, Awang mengatakan peluang membuka peternakan sapi baru di Kaltim sangat terbuka. Dia mengatakan jika perluasan peternakan sapi bisa dipercepat, ketergantungan atas sapi luar bertahap dapat ditekan.

Sistem gaduh

Kepala Dinas Peternakan Kaltim Ibrahim mengatakan upaya untuk mendorong masyarakat beternak sapi terus dilakukan. Salah satunya dengan memprogramkan bantuan benih dengan sistem gaduh. Sistem gaduh itu meliputi bantuan benih sapi, di mana untuk tiap satu bantuan, petani mengembalikan seekor anak sapi yang dihasilkan atau biasa disebut satu banding satu.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga membantu mengembangkan kegiatan penggemukan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging Kaltim. Keuntungan penjualan sapi dibagi 30% untuk pemerintah dan 70% peternak.

“Sistem gaduh mengembalikan dalam bentuk anak sapi, sedangkan untuk penggemukan adalah membagi selisih keuntungan harga jual pada saat pertama diberikan pada petani dan sesudah dipelihara yang rata-rata dua tahun,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, pemerintah berencana membagikan seti-daknya 6.000 sapi untuk 14 kabupaten/kota dan provinsi lewat program sistem gaduh dan penggemukan sapi.

Potensial

Secara umum, Pulau Kalimantan merupakan kawasan potensial untuk pengembangan sapi potong bagi Indonesia. Berdasarkan Statistik Peternakan 2008, pulau terluas ketiga di dunia ini memiliki populasi sapi mencapai 522.381 ekor.

Provinsi Kalsel tercatat mempunyai rerata jumlah sapi per tahun terbanyak, disusul Kaltim, Kalteng, dan Kalbar. Jumlah sapi di Kalimantan tahun lalu setara dengan 4,4% total populasi sapi potong di Indonesia atau kurang seperlima populasi ternak sejenis di Jawa Timur.

Menurut rilis Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian pada awal Maret lalu, Kalimantan dinyatakan pulau yang telah bebas dari penyakit Brucellosis sehingga sapi produksi wilayah itu aman dikonsumsi.

Bisnis mencatat Pemprov Kaltim pernah menargetkan bahwa pada tahun 2010 daerah itu sudah mampu swasembada daging sehingga tak perlu lagi mengimpor sapi potong dari daerah lain.


Target Swasembada Sulit Tercapai

Target pemerintah untuk swasembada daging sapi tahun 2014 tampaknya sulit tercapai. Apalagi pelaksanaan program percepatan swasembada daging sapi (P2SDS) yang diusung Departemen Pertanian (Deptan) hingga kini tak menunjukkan hasil yang memuaskan. Pemerintah bahkan dinilai banyak mengeluarkan kebijakan yang kontraproduktif dalam pelaksanaan P2SDS ini.

penggemukan sapi potongMenurut peneliti Indonesia Research Strategic Analisys (IRSA), Siti Adiprigandari, untuk bisa mencapai swasembada daging sapi, diperlukan perubahan pola pikir seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). “Peternakan sapi memiliki potensi besar untuk ekonomi nasional. Jadi, orientasinya harus bisnis. Sekarang pemerintah mendorong produksi sapi lokal. Namun, di sisi lain masih mengeluarkan kebijakan impor sapi secara bebas,” kata Siti dalam diskusi bertajuk “Swasembada Daging Sapi 2014” di Jakarta, Rabu (24/6).

Menurut dia, Peraturan Menteri Pertanian (Per-mentan) Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pemasukan dan Pengawasan Peredaran Karkas, Daging, dan Jeroan dari Luar Negeri justru menunjukkan perubahan pola pikir pemerintah dari ketahanan pangan menjadi liberalisasi pangan. Dengan membuka keran impor daging sebesar-besarnya, peternakan rakyat termasuk industri penggemukan sapi potong akan makin tertekan. Ini karena harus bersaing untuk memperoleh pasar di negeri sendiri.

Berdasarkan penelitian IRSA, industri daging, jeroan, dan daging memiliki keterkaitan dengan 66 industri lainnya. Sedangkan industri daging olahan dan awetan memiliki keterkaitan dengan 54 industri lainnya. Disagregasi data lebih lanjut menunjukkan pola keterkaitan untuk sektor daging, jeroan, dan sejenisnya, memiliki keterkaitan dengan 37 sektor hulu dan 29 sektor hilir. Sedangkan industri daging olahan dan awetan memiliki keterkaitan dengan 37 sektor hulu dan 17 sektor hilir.

Populasi Sapi Meningkat

Apabila kedua sektor tersebut mengalami gangguan atau dalam keadaan ekstrem dihilangkan sama sekali, paling sedikit ada 66 dan 54 sektor lain yang juga akan terganggu secara langsung, baik dalam hal pemasaran produk maupun dalam mendapatkan input,” tutur dia.

Hasil penelitian IRSA juga menyebutkan, industri daging (termasuk jeroan dan sejenisnya) memerlukan masukan sekitar Rp 39,2 triliun dan Rp 1,5 triliun untuk industri daging olahan dan awetan. Meski kontribusi nominal industri sapi potong terhadap PDB nasional tidak besar, namun jika industri sapi potong dalam negeri tidak berfungsi atau hilang, permintaan sebesar Rp 40,7 triliun akan ludes dari perekonomian nasional.

Data Ditjen Peternakan Departemen Pertanian menunjukkan populasi sapi nasional meningkat sejak 2005 dari 10,5 juta ekor meningkat menjadi 10,9 juta ekor pada 2006. Selanjutnya mencapai 11,5 juta ekor pada 2007 dan mencapai 11,9 juta ekor pada 2008. Kinerja tempat pemotongan sapi meningkat tiap tahunnya dari 1,65 juta ekor pada 2005 menjadi 2,02 juta ekor pada 2008. Namun, produksi daging sapi sedikit menurun sejak 2005 dari 358.700 ton menjadi 352.400 ton.

Sementara itu, angka impor sapi bakalan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selama kurun waktu 2005-2009 meningkat sekitar 25 persen dari 256.000 ton pada 2005 menjadi 453.8000 ton pada 2008. Sedangkan impor daging pada periode 2005-2008 meningkat sebesar 67 persen dari 21.5000 ton pada 2005 menjadi 70.000 ton pada 2008.

Terkait hal ini, peneliti dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Rochadi Tawaf mengatakan, kondisi ini menunjukkan ternak lokal sebenarnya dapat lebih ditingkatkan. Tetapi, pengaruh impor sapi bakalan dan daging telah menekan perkembangannya.

Mencegah Monopoli

Menanggapi hal tersebut, Direktur Budi Daya Ruminansia Ditjen Peternakan Departemen Pertanian Fauzi Luthan mengatakan, Permentan Nomor 20 Tahun 2009 bukan bermaksud membebaskan sebanyak-banyaknya impor daging sapi. Tapi, lebih pada memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengimpor dari negara-negara tertentu di luar Australia dan Selandia Baru. “Kebijakan ini untuk mencegah adanya monopoli kedua negara tersebut,” tutur Fauzi.

Apalagi ketergantungan terhadap impor sapi bakalan maupun daging masih cukup tinggi, yakni di atas 33 persen. Oleh karena itu, untuk mencapai swasembada daging sapi, diperlukan upaya-upaya khusus.

Meski demikian, Fauzi tidak bisa memprediksi seperti apa dampak Permentan tersebut. Ini karena sejauh ini belum ada daging impor asal Brasil, misalnya, yang sudah masuk ke Indonesia. “Tapi kalau Permentan ini nantinya malah bikin runyam, bisa saja dicabut,” tutur dia.

Disebutkan, populasi ternak saat ini berjumlah 11,86 juta ekor yang perkembangan populasinya setiap tahun berkisar antara 1-4 persen selama hampir 10 tahun terakhir. Sedangkan, produksi daging sampai saat ini berjumlah 352.400 ton. Sementara laju peningkatan konsumsi daging sangat jauh melebihi produksi, yaitu selama kurun waktu yang sama peningkatannya 9,5 persen. “Dengan demikian, terindikasi bahwa peningkatan populasi ternak belum dapat mengimbangi laju peningkatan konsumsi daging,” ujar Fauzi.

Sebelumnya, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Indonesia sulit mewujudkan swasembada daging dalam waktu 5 tahun ke depan, karena kondisi peternak yang terpuruk setelah krisis ekonomi pada 1997-1998 lalu. Krisis telah memukul peternak sapi skala besar maupun kecil hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Menurut dia, terpuruknya peternak sapi terjadi karena bibit sapi harus diimpor dari Australia, negara yang memiliki reputasi ternak paling sehat dibanding negara lainnya. (Devita)

Sumber : Suara Karya