Peternakan Tanpa Limbah

Dasar pemikiran : Integrated Farm

Metode : Intensif 4 ekor sapi + 1 ha Sawah

Teknologi : SOZO-4FM Ruminansia

Peternakan tanpa limbah adalah satu pola usaha budidaya ternak dan pertanian dalam satu kawasan yang saling membutuhkan, dimana usaha penggemukan sapi menghasilkan limbah yang dimanfaatkan langsung oleh tanaman padi / jagung, dimana limbah batang padi / jagung menjadi makanan sapi, dan seterusnya berjalan saling membutuhkan dan melengkapi.

peternakan sapiPola ini sangat cocok diaplikasikan di Indonesia dimana lahan pertanian begitu luas, tetapi tidak semua lokasi mempunyai fasilitas yang sama, dimana konsentrasi pasar, pabrik pupuk, semua terkonsentrasi di pulau Jawa, sedangkan luas lahan pertanian jauh lebih luas diluar pulau Jawa, seperti Pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Papua dan lain-lain.

Seharusnya Indonesia tidak perlu mengimport beras jika pulau besar yang potensial untuk menanam padi di perhatikan, tetapi kenyataan yang kita temui tidak demikian, maka dari itu KLINIK  AGROPOLITAN  Gorontalo membuat satu terobosan teknologi Budidaya Sapi dikandangkan dan 1hektar sawah ( efisien diluar pulau Jawa, tanah murah luas dan belum termanfaatkan).

Masalah yang dihadapi petani umumnya, ternak digembalakan, ketidak tahuan memanfaatkan limbah ( padat, cair ), Polusi bau, belum ada teknologi yang terbukti nyata, murah dan mudah ( beberapa produk yang dijual masih harus diproses yang tentunya merepotkan dan juga biaya yang tidak sedikit ).

Solusi masalah kami temukan Formula Bioteknologi Tetes Pertama di Indonesia ( bahkan mungkin pertama di Dunia ) yaitu SOZO 4FM Ruminansia .

Merk SOZOFM diambil dari bahasa Yunani yang berarti “ Penyelamat “, maksudnya dengan SOZOFM usaha pertanian di Indonesia di “selamatkan “oleh teknologi SOZOFM .

Maka arti penyelamat tersebut kami terjemahkan dengan pola budidaya pemeliharaan sapi dikandangkan dengan 6 tanpa :

1. Tanpa polusi bau – dengan SOZO 4FM Ruminansia , sapi sehat, pencernaan sapi baik, daya kerja bakteri didalam rumen maksimal, nutrisi terserap optimal, Enzyme Fitase membantu menghidrolisis protein yang lolos tidak terserap menjadi terserap, limbah menjadi ampas yang benar-benar ampas, sehingga limbah tidak berbau, pakan efisien, pertumbuhan sapi cepat besar, cepat di jual – cepat untung.

2. Tanpa antibiotic – luka sapi cepat sembuh karena Nutrisi SOZO 4FM Ruminansia lengkap, sapi sehat, sel rusak cepat digantikan dengan sel yang baru karena kandungan Asam Amino essensial dan asam lemak yang cukup lengkap, antibiotic tidak diperlukan lagi, pelihara sapi menjadi murah dan mudah.

3.Tanpa hormon – kandungan hormone Auxin dalam SOZO 4FM Ruminansia cukup membantu dalam pertumbuhan sapi.

4.Tanpa dekomposisi ( jika perlu) limbah padat dan cair dapatlangsung di aplikasikan ke tanaman tanpa harus takut tanaman mati, karenakandungan Carbon organik belum dapat diserap oleh tanaman.

5.Tanpa beli – maksudnya dengan energi biogas tidak perlubeli minyak tanah.

6.Tanpa antri- sapi hasil pemeliharaan dengan teknologi SOZO 4FM Ruminansia tidak perlu antri untuk dijual, karena kualitas sapi baik sehingga mudah dijual.

Dengan konsep ini usaha peternakan tidak harus usaha skala besar, tetapi dengan metode 4 ekor sapi + 1 hektar sawah, biaya murah, pengembalian modal relative aman, sehingga perbankan dapat membantu usaha peternakan skala mikro, ini berarti petani Indonesia akan sejahtera.